Ojigi, Tradisi Hormat ala Orang Jepang - Artikel - The Loggia | Apartemen Modern Berkonsep Jepang di Jakarta Selatan

Ojigi, Tradisi Hormat ala Orang Jepang

TheLoggia.co.id, Jakarta Selatan – Telah dimulai sejak era Asuka dan era Nara, Ojigi yang semula berasal dari China mulai berkembang di Jepang dan menjadi suatu tradisi penghormatan. Ojigi dapat dilakukan dengan sikap menurunkan punggung dan kepala, sebagai tanda untuk ‘menunjukkan’ leher seseorang kepada orang lain untuk memperlihatkan bahwa orang tersebut tidak menentang.


Secara umum, ojigi terbagi menjadi tiga jenis:


1.    Keirei

Ojigi jenis satu ini ditunjukkan dengan meluruskan tulang belakang dan membungkukkan pinggang hingga 30°. Saat melakukan Keirei, tatapan mata harus ditujukan sedikit ke depan dari kaki. Itulah mengapa, biasanya jenis Ojigi ini dilakukan saat sedang berhubungan dengan klien atau atasan kerja.


2.    Saikeirei

Berbeda dengan Keirei, Saikeirei merupakan tradisi membungkuk yang dilakukan hingga mencapai 45°. Jenis ini dinilai sebagai cara membungkuk paling dalam, karena biasanya diterapkan saat ingin meminta maaf, mengucapkan terima kasih yang mendalam, serta saat sedang bersembahyang di depan Tuhan.


3.    Eshaku

Bila Anda ingin menyampaikan salam atau sekedar berpapasan dengan roang lain, jenis ojigi satu ini adalah yang paling tepat. Terlihat dari caranya yang sederhana, Anda hanya perlu membungkukkan tubuh sebesar 15° dengan tatapan lurus ke depan.

 

Dari ketiga jenis ojigi tersebut, Anda bisa menyesuaikan cara membungkuk yang tepat dengan lawan bicara yang sedang Anda hadapi. Perlu juga Anda perhatikan, terdapat larangan dan penerapan ojigi yang salah, seperti hanya membungkukkan punggung, hanya membungkukkan leher, atau membungkuk dan mengangguk secara berulang kali. (JES)